JARING LABA-LABA SUATU KEAJAIBAN
PERENCANAAN
Sebagaimana berbagai kualitasnya
yang lain, seperti kekuatan dan elastisitas, serta berbagai keuntungan
praktisnya, jaring-jaring laba-laba adalah keajaiban arsitektur dan rekayasa.
Jaring laba-laba terbuat dari
benang-benang kerangka penahan-beban dan benang-benang spiral penangkap
berlapiskan zat perekat yang diletakkan di atasnya, serta benang-benang
pengikat yang menyatukan kesemuanya. Benang-benang spiral penangkap tidak
sepenuhnya terikat pada benang-benang perancah.
Dengan ikatan seperti ini,
makin banyak korban bergerak makin terjerat ia pada jaring. Saat melekat ke
seluruh tubuh serangga korban, benang-benang penangkap secara berangsur-angsur
kehilangan elastisitasnya, dan semakin kuat serta semakin kaku. Karenanya,
korban terperangkap dan tak dapat bergerak. Setelah itu, bagai paket makanan
hidup, mangsa yang terbungkus benang-benang perancah alot ini tak memiliki
pilihan lain kecuali menanti kedatangan laba-laba untuk melakukan serangan
terakhir.
Daya Redam-kejut Jaring Laba-laba
Untuk menjadi perangkap yang
efektif, jaring laba-laba tidak cukup hanya bersifat lengket atau terbuat dari
benang-benang dengan karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya, jaring tersebut
harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menangkap serangga yang sedang
terbang. Jika kita andaikan serangga yang tertangkap jaring sebagai peluru
kendali, maka menghentikan serangganya saja tidak lah cukup. Mangsa yang
tertangkap jaring harus dibuat tidak bergerak sehingga laba-laba dapat
mendekatinya dan menggigitnya. Menangkap peluru kendali dan menghentikannya
bukan lah pekerjaan yang mudah.
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, ....” (QS. Huud, 11: 6) ! |
Selain kuat, benang-benang yang
membentuk jaring laba-laba juga elastik. Namun tingkat elastisitasnya pada
masing-masing daerah berbeda. Elastisitas ini penting untuk alasan-alasan
berikut ini:
" Jika tingkat elastisitasnya lebih rendah dari yang diperlukan, serangga
yang terbang menuju jaring akan terpental balik seperti menubruk sebuah pegas
yang keras.
" Jika tingkat elastisitasnya lebih tinggi dari yang diperlukan, serangga
akan memolorkan jaring, benang-benang lengket akan menempel satu sama lain dan
jaring tersebut akan kehilangan bentuknya.
" Pengaruh angin telah masuk dalam perhitungan elastisitas benang. Jadi,
jaring yang teregang oleh angin dapat kembali ke bentuk semula.
" Tingkat elastisitas juga sangat berhubungan dengan benda yang melekat
pada jaring. Sebagai contoh, jika jaring melekat pada tumbuhan, elastisitasnya
harus mampu menyerap setiap gerakan yang disebabkan tumbuhan tersebut.
Benang-benang penangkap yang terjalin berbentuk spiral letaknya saling
berdekatan satu dengan lainnya. Ayunan kecilpun dapat saling melekatkan satu
dengan lainnya, dan menyebabkan celah-celah pada medan perangkap. Itulah
sebabnya benang-benang penangkap yang lengket dan berelastisitas tinggi ini terletak
di atas benang-benang kering yang berelastisitas rendah. Ini untuk mencegah
potensi terbentuknya celah untuk lolos.
Seperti telah kita lihat, pada setiap segi jaring dapat kita lihat suatu
keajaiban struktural. Hal ini sekali lagi mengungkapkan betapa bodohnya teori
evolusi itu. Mustahil sekali suatu kejadian kebetulan dapat mengajarkan kepada
laba-laba cara menciptakan sifat redam-kejut pada jaringnya. Tuhan lah yang
menganugrahinya kemampuan ini. Dia lah yang membuatnya mampu menunjukkan
perilaku fungsional.
Dia lah Allah - Pencipta, Pembuat, dan Pemberi bentuk. Baginya semua nama-nama
yang baik. Segala yang di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya. Dia Maha
Kuasa lagi Maha Bijaksana. (Surat Al-Hashr:24)
Jaring-jaring Tiga-Dimensi
Jaring-jaring
tiga dimensi memiliki struktur yang lebih rumit dibanding jaring-jaring dua
dimensi. Sementara jaring dua dimensi terletak dalam satu bidang datar, jaring
tiga dimensi merupakan struktur tiga dimensi yang rumit. Jaring dari jenis ini
mirip sebuah tumpukan bola-bola wool. Karenanya lebih sukar diurus dibanding
jaring dua dimensi. Jika jaring menangkap serangga-serangga kecil atau
parasit-parasit yang tak berarti, maka banyak pekerjaan yang harus dilakukan
laba-laba pemilik jaring. Karena alasan inilah laba-laba ini membuat jaring di
tempat yang jauh dari gangguan semacam ini.
Salah satu laba-laba yang
menggunakan jaring semacam ini adalah laba-laba Black Widow. Dalam jaring yang
memiliki keunggulan arsitektural ini terdapat pula suatu perangkap mekanis.
Perangkap ini membentuk bola sutera yang rapat dan lengket. Bola jaring ini
diikatkan ke tanah dengan benang-benang yang tidak begitu kuat. Segera setelah
mahluk bergerak melekat pada jaringnya, benang-benang pengikat ini putus, dan
bola jaring ini karenanya tidak terikat lagi ke tanah. Kemudian, laba-laba
segera menarik perangkap tersebut ke atas menuju jaring tiga-dimensi, dan
membunuh mangsanya yang telah mati kutu.
Kita harus melihat secara saksama rencana serta cara yang digunakan laba-laba
ini dalam membuat perangkapnya, karena nampak sekali terdapatnya unsur
kecerdasan yang terlibat dalam perencanaan jaring tersebut. Dengan ataupun
tanpa perangkap mekanis, pada jaring-jaring tiga-dimensi digunakan cara yang
sama untuk memperlambat gerakan terbang mangsanya.
Penerapannya nampak secara khusus pada kerangka rencana yang menggunakan banyak
benang-benang lemah. Ketika serangga tertangkap, benang-benang lemah ini
melesak. Karena energi gerak dari serangga tersebut terserap oleh melesaknya
benang-benang, kecepatannya menjadi berkurang. Selanjutnya, benang-benang
penangkap menjerat serangga yang menggeliat.
Tentu saja laba-laba ini tidak
belajar sendiri bagaimana membuat jaring-terencana tanpa cacat ini setelah
menjalani apa yang disebut periode evolusi. Seperti mahluk hidup lainnya,
laba-laba mematuhi perintah Tuhan. Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
telah menyerukan hal ini dalam ayat suciNya " segala yang di langit dan di
bumi, secara sukarela ataupun terpaksa, tunduk kepadaNya. Dan kepadaNya lah
mereka akan dikembalikan". (Surat Ali Imran:83)
Cara Mengurus Jaring
Laba-laba meletakkan desain
seperti zig zag di atas jaring mereka untuk mencegah burung merobeknya.Jaring laba-laba memerlukan
pengurusan yang terus menerus, karena bagian spiral lengketnya bisa rusak oleh
hujan atau oleh gerakan mangsa yang berusaha lolos. Lebih dari itu, debu yang
menempel pada jaring dapat merusak daya lekat benang-benang spiral.
Bergantung pada letaknya, dalam waktu yang singkat - 24 jam,
sebuah jaring bisa kehilangan sifat-sifat yang membuatnya mampu menangkap
serangga. Karena alasan inilah, jaring dibongkar secara berkala dan dibangun
kembali. Laba-laba makan dan mencerna benang-benang jaring yang dibongkarnya.
Ia menggunakan asam-asam amino dari benang yang dicernanya untuk membangun
jaring yang baru. (Bilim ve Teknik Görsel Bilim ve Teknik Ansiklopedisi
(Science and Technology Gorsel Science and Technology Encyclopedia), p. 1090)
Bagian jaring yang dimakan, dan waktunya, berbeda-beda tergantung spesies
laba-labanya. Laba-laba taman, misalnya, tidak pernah menyentuh kerangka
jaring, tetapi hanya makan benang jari-jari dan benang spiralnya saja.
Laba-laba tropis membangun jaring-jaringnya pada malam hari dan memakannya
menjelang pagi. Laba-laba di daerah panas makan jaringnya pada malam hari dan
membangun yang baru untuk keperluan siang hari, karena di daerah ini
serangganya tidak sebanyak di daerah tropis. Karena alasan inilah jaringnya
harus tetap terpasang disepanjang siang.
Membangun Jaring Sesuai Mangsanya
Atap Stadion Olimpiade Munich
terinspirasi oleh jaring laba-laba. Dengan bentuk ini, berbagai tegangan
didistribusikan dengan merata ke seluruh atap. laba-laba membuat jaringnya sesuai
dengan ukuran mahluk-mahluk yang hendak ditangkapnya. Laba-laba Amerika
Selatan, misalnya, membuat jaring dengan bukaan sempit untuk memudahkan
penangkapan semut putih yang keluar mencari sarang baru di bulan September.
Jika ingin berburu kupu-kupu besar, laba-laba ini memperluas bukaannya dan
menambah kekuatan serta elastisitas jaringnya.
Sudut jaring pun berubah bergantung jenis mangsa yang ingin ditangkap (serangga
terbang, berjalan, merayap, dll). Ini untuk mengurangi kerusakan dan
meningkatkan kapasitas penangkapan.
Peringatan Kepada Burung Dan Penyamaran
Laba-laba cenderung membangun jaringnya, yang demikian berharga baginya, di
tempat yang sunyi. Alasannya adalah untuk menghindari kerusakan oleh
binatang-binatang atau oleh kondisi-kondisi alam. Laba-laba menggunakan
cara-cara yang menarik untuk melindungi jaring-jaring mereka. Salah satu yang
paling menarik adalah jaring laba-laba Argiope di Amerika Tengah. Laba-laba ini
meletakkan marka-marka zigzag putih mengkilat pada jaringnya. Marka-marka ini
untuk memperingatkan burung agar tidak terbang kedalam jaring. Laba-laba ini
juga menggunakan marka-marka ini untuk bersembunyi di belakangnya. Ia menanti di
belakang marka-marka ini agar mangsa tidak melihatnya.
Model-model Yang Terilhami Oleh Jaring Laba-laba
Salah satu metode yang sangat populer dewasa ini adalah membuat
rancangan-rancangan industri dengan mengambil contoh dari alam, karena
model-model di alam dalam setiap segi tidak memiliki cacat. Sifat-sifat
hemat-energi, tingkat estetika, tingkat kepraktisan, dan manuverabilitas antara
lain merupakan hal yang penting bagi sebuah rancangan yang telah tersedia dalam
bentuk yang sempurna di alam ini. Model-model yang dibuat manusia dengan
kemampuannya, serta pengetahuan yang dikumpulkannya bertahun-tahun dan yang
diantaranya melalui proses yang sulit, umumnya hanya menghasilkan tiruan yang
buruk terhadap contoh-contoh yang ada di alam. Kita bisa melihatnya jika kita
membandingkan tiruan-tiruan ini dengan contoh aslinya di alam.
Laba-laba merupakan salah satu mahluk hidup yang dijadikan contoh. Jaring
laba-laba mahkota atau laba-laba embun, misalnya, merupakan contoh yang sangat
sempurna dari sudut pandang estetika maupun rekayasa. Laba-laba ini membuat
jaringnya pada sudut datar, sedemikian rupa sehingga mirip sebuah seperai, di
atas padang rumput. Laba-laba ini menyebarkan seluruh beban jaring dengan
menggunakan bilah-bilah rumput tegak sebagai pemberat.
Sarang burung berbentuk lonceng di
Munich, terinspirasi oleh teknik yang digunakan oleh laba-laba rakit dalam
membangun jaringnya.
Sebuah projek pemukiman bawah air yang terinspirasi oleh jaring laba-laba air tawar. Untuk kelangsungan hidupnya, laba-laba membawa udara yang dibutuhkan dan makanan ke dalam jaringnya yang tahan air. Pada pemukiman bawah air, kaca digunakan sebagai pengganti jaring. |
|
Manusia meniru cara ini untuk
menutupi bidang-bidang yang luas. Stadion Olimpiade Munich dan bandara udara Jeddah,
yang sering disebut sebagai contoh arsitektur moderen, dibangun dengan meniru
jaring laba-laba.
Laba-laba telah menggunakan model-model ini di seluruh dunia sejak pertama kali
mereka muncul. Tentu saja diperlukan tingkat pengetahuan rekayasa yang memadai
agar model-model tersebut bisa muncul dan diterapkan dalam praktek. Namun
karena tidak pernah menerima pelatihan, laba-laba tidak tahu sama sekali
mengenai perancangan konstruksi maupun arsitektural. Laba-laba, seperti mahluk
hidup lainnya, berbuat hanya berdasarkan inspirasi yang dianugrahkan Tuhan
kepadanya sejak mereka lahir. Ini merupakan satu-satunya sebab dari keajaiban
arsitekturalnya. Tuhan menyatakan dalam sebuah ayat bahwa semua mahluk hidup
berada di bawah kekuasaanNya.
Dia lah Allah, Tuhanmu. Tidak ada tuhan kecuali Dia, Pencipta segala sesuatu.
Maka sembahlah Dia. Dia bertanggungjawab atas segala sesuatu. (Surat Al-An'am:
102)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar